Lucky Charms Rainbow

Minggu, 16 Februari 2014

Untukmu Kawan


sekelumit kisah tentang kita kawan
saat hidup terlihat lebih mudah jika kita menilik ke belakang
bermain dan belajar
serta tak lupa kita bumbui dengan kisah percintaan

kita berjalan tak perlu risau akan masa depan
kita berbagi riang dan tawa
meski pernah ada perselisihan
ah namanya juga kehidupan kawan 
karena ini tentang persahabatan

sekarang masing-masing kita telah berjalan
mencoba menggapai apa yang tengah kita impikan
mencoba bertransformasi menjadi seseorang

aku sadar semua telah berubah kawan
aku, kamu, kita dan mereka 
namun tak perlu ada yang kita risaukan tentang perubahan
karena perubahan akan terus selalu berjalan

bicara tentang impian
mungkin kadang tak sejalan dengan kenyataan
sudahlah kawan
jalan di depan masih panjang

jika engkau lelah berhentilah sejenak kawan
cobalah engkau diam dan renungkan
ingatlah kembali
tentang kita kawan
mungkin akan ada sedikit senyuman

meski jarak memisahkan
meski raga tak lagi berdekatan
cukuplah bagi kita saling mendoakan
karna sekali lagi ini tentang kita kawan
bagian dari perjalanan hidup  
yang tak akan pernah mungkin kita lupakan

teriring doa padamu kawan
semoga nasib mempertemukan
dengan masing-masing kebanggaan
mungkin tidak sekarang
mungkin di akhir perjalanan

ah sudahlah kawan
biarkan saja semesta mengaturnya 
tak ada yang perlu engkau risaukan
karena di ujung sana semesta punya rencana indah tentang kita



Minggu, 05 Januari 2014

Bung Karno, Menginspirasi-Terinspirasi

Okey gue lagi keranjingan nulis blog, tapi entah kenapa gue ga keranjingan buat nerusin tesis gue yang udah gue tinggal cukup lama dan gue ga tau gimana nasibnya.
Baiklah lupakan soal tesis. Jadi gini, kemaren ceritanya gue baru nonton film Soekarno sendirian. iaaa sendirian. Lo ga salah baca kok. Sangking penasarannya sama film ini gue bela-belain buat nonton sendirian. Dulu waktu jaman SMP gue pernah baca buku biografi Soekarno. Gila berasa keren banget kan. Di usia belia, bacaan gue udah seberat itu. Mmmm... Tapi sejujurmya sih gue ga inget apa isi buku itu yang gue inget cuma warna covernya aja, warna merah. Hahaha...
Balik lagi ke soal film Soekarno, sumpah film nya keren abis. Apalagi sutradaranya sekaliber Hanung bramantyo. Gue sampe meneteskan air mata nonton ini (sumpah gue lebay banget!!). Tapi seriusan nonton film ini rasa nasionalisme gue semakin tergugah ditambah backsound Indonesia Pusaka dan Syukur bikin tambah mbrebes mili.
Dalam film ini digambarkan Soekarno bukanlah sosok yang sempurna tanpa cela. Kita jadi tau sisi lainnya Soekarno, seperti digambarkan adegan saat Soekarno yang ternyata mencintai gadis Belanda namun ditentang oleh orang tua sang gadis karena Soekarno hanyalah seorang pribumi. Selain itu, dalam film ini kita juga akan semakin mengenal lebih dekat sosok ibu Inggid sebagai isteri kedua Bung Karno yang sangat berjasa mengantarkan Bung Karno untuk mewujudkan cita -cita besarnya. 
Btw, gue pernah loh ke Rumah Bung Karno saat Bung Karno pernah diasingkan ke Bengkulu. Nih, gue kasih buat kalian semua. Hahaha

     


Jujur aja, nonton film ini jadi bikin gue mikir. Ah, ternyata gue bisa mikir juga. Hahaha...
Ga kebayang kalau gue hidup di jaman sebelum kemerdekaan. Dijajah dalam waktu yang sangat lama sampai beberapa generasi. Iaa, harusnya gue tuh banyak-banyak bersyukur yaa. Bisa hidup di jaman sekarang, bisa makan, tidur, dan belajar dengan tenang tanpa takut adanya bunyi tembakan ataupun peperangan. Tapi, yang bikin gue miris kalau dulu kita perang, angkat senjata melawan penjajah. Sekarang, kita perang dengan saudara sendiri. Ga abis pikir gue.Mungkin para pejuang kemerdekaan dahulu, dari atas sana pasti merasa sedih ngeliat negeri yang mereka perjuangkan kemerdekaannya di kotori sama darah anak cucunya sendiri.


Ahh, Bung Karno terlepas dari segala kontroversimu tapi gue tetap mengaggumimu. Perjuanganmu, caramu memikat hati rakyat, jiwa seni mu, sikap tegasmu, kemampuan berbicaramu, dan semua yang ada padamu merupakan paket komplet bagaimana seorang pemimpin itu berbuat. Untuk seluruh pejuang kemerdekaan Indonesia, semoga kalian ditempatkan di tempat yang terbaik di sisiNya dan semoga kami sebagai generasi muda tidak menyia-nyiakan kemerdekaan yang sudah diraohndengan susah payah ini. Salam Super!! #MarioTeguhGoldenWay #SalahFokus


Rabu, 01 Januari 2014

Kisah Sederhana

Aku mencintaimu sesederhana itu
Layaknya embun yang tiap paginya menetes
Membasahi dedaunan

Aku mencintaimu sesederhana itu
Layaknya matahari yang terbenam di ufuk senja

Aku mencintaimu sesederhana itu
Layaknya udara yang kuhirup dan kuhembuskan
Di tiap hela nafasku

Aku mencintaimu
Tanpa perlu adanya jeda
Layaknya sebuah koma

Aku mencintaimu sesederhana itu sayang

Mereka bilang
Kisah kita hanyalah sebuah kisah kacangan

Mereka bilang
Kisah kita akan tergerus zaman

Mereka bilang
Mimpi kita hanya angan-angan

Jangan pernah menyerah, sayang
Teruslah berjalan
Karena ini kisah kita

Sebuah kisah cinta sederhana
Yang terbungkus dengan rapi
Dalam jalinan asa



Jumat, 27 Desember 2013

Menuju Puncak Mahameru Part 5 (End)

25 Desember 2013
Pagi yang indah di ranu kumbolo. Setelah selesai memasak dan berfoto-berfoto kami segera mengemasi barang untuk pulang. Hujan kembali menemani kepulangan kami. Pukul 12.00 kami pun turun menuju ranupane. Pukul 17.00 kami telah sampai di ranupane. Dengan menyewa jeep kami menuju ke tumpang, dengan biaya Rp. 40.000/org dengan kapasitas 15 orang. Setelah sampai tumpang kami menyempatkan makan malam dan segera menuju pulang untuk kembali ke kota masing-masing.

Ranu Kumbolo
Ranu Kumbolo

Terima Kasih kawan atas perjalanan dan pengalaman yang luar biasa ini. Semoga suatu hari nanti kita dipertemukan kembali kawan!

Dan terakhir…
Selamat tinggal Mahameru, suatu hari nanti saya ingin kembali lagi ke sini untuk tertidur di pelukan ranu kumbolo, untuk melihat indahnya lavender yang belum sempat aku nikmati, dan untuk kembali menjejakkan kaki-kaki ini di pasir-pasirmu yang terjal, hingga aku dapat menggapai kembali puncakmu dan berdiri di atas sana.

Terima kasih Tuhan atas alam Mu yang indah ini
Terima kasih Tuhan atas semangat yang engkau berikan
Lewat para pendaki itu
Hingga aku dapat mencapai Puncak Tertinggi di Jawa ini
Terima kasih Tuhan atas segala penjagaanMu
Hingga aku  kembali ke tempat nyaman ku
Dan menuliskan kisah ini
Dan Terima Kasih Tuhan
Atas Indonesiaku ini.




Menuju Puncak Mahameru Part 4

Selasa, 24 Desember 2013
Pukul 00.30 kita berangkat ke Arcopodo. Arcopodo merupakan wilayah vegetasi terakhir. Waktu tempuh dari kalimati menuju arcopodo kurang lebih memakan waktu 2 jam. Selama perjalanan angin bertiup cukup kencang. Dan jujur aja gue sendiri cukup cemas dengan suasana itu. Gue takut gimana kalau tiba-tiba ada badai dan hujan deras. Sepanjang perjalanan gue hanya bisa membaca ayat-ayat Alloh untuk menenangkan diri. Disini gue menyadari betapa sangat kecilnya kita dihadapan Alloh. Mudah saja baginya untuk mengambil nyawa kita saat itu juga. Di arcopodo kami juga menemukan prasasti-prasasti in memoriam. Semakin menambah tidak enak perasaan gue saat itu.

 Dari arcopodo perjalanan dilanjutkan menuju puncak semeru. Trek yang ditempuh adalah trek berpasir, Banyak yang bilang trek pasir paling susah terdapat di semeru. Pada awal-awal pendakian trek pasir ini gue masih semangat dan merasa yakin gue bisa sampai ke puncak Dari atas bukit berpasir ini juga gue bisa menikmati pemandangan kota malang dengan lampu-lampu yang indah,  Layaknya berada di Paris saja, HaHaHa.

Panjangnya jarak tempuh untuk mencapai puncak lama-kelamaan membuat fisik gue drop. Gue mulai frustasi karena tidak sampai-sampai ke puncak. Mas Sigit teman 1 tim gue menyemangati gue Ayo mbak, sedikit lagi mbak. Gue hanya bisa tersenyum kecut. Entah itu udah yang keberapa kalinya dia bilang sedikit lagi. Gue sendiri juga tahu mas sigit udah mulai kelelahan tapi dia mencoba menyemangati kami semua. Langkah kami hanya tinggal setapak demi setapak dan tidak jarang juga merosot kebawah selai itu pasir juga sudah memenuhi sepatu gue, Semua ini menambah pendakian semakin terasa beragt buat ue. Gue saranin kalian harus menggunakan gaiter untuk mendaki track berpasir seperi ini, Karena pasir-pasir yang masuk ke dalam sepatu akan memperberat langkah kita. Selain itu, selama gue melewati track berpasir ini gue belum 1 pun menemukan pendaki cewek, Omigot…!

Langkah gue semakin berat dan gue semakin sering beristirahat. Yang tadinya kita berlima (Gue, mas sigit, roni, daus, dan syarif) jaraknya berdekatan kini gue semakin menjauh dengan mereka.Gue menatap nanar ke atas. Jujur aja gue kehilangan rasa percaya diri gue buat bisa sampai ke atas.

Tuhan, sesulit ini kah untuk mencapai  puncak itu?

Gue coba melangkah setapak demi setapak ke atas, merangkak seperti halnya yang dilakukan pendaki-pendaki lain dan seperti biasa tidak jarang gue merosot kembali ke bawah. Gue cukup frustasi dan gue genggam pasir erat-erat, dan mata gue udah mulai berkaca-kaca.Rasanya pengen banget gue nangis disitu. Apalagi keempat temen gue tadi udah ga keliatan lagi keberadaanya. Sedngkan, Ilham dan Goza kelihatannya masih jauh  tertinggal di bawah. Dan pada akhirnya  gue hanya bisa berdoa dalam hati “ Ya Tuhan, jika engkau mengizinkan aku mencapai Puncak ini, maka izinkalah aku, Namun, jika tidak cukupkan lah aku sampai disini saja”.

Jujur aja waktu itu kaki gue rasanya udah berat  banget untuk melangkah. Akhirnya gue mencoba untuk berpikir dengan tenang. Gue udah jauh berjalan disini, ga mungkin kalau gue turun lagi ke bawah karena pada akhirnya hanya akan menyisakan penyesalan dan penasaran buat gue,

Dengan menyemangati diri sendiri dan  juga semangat dari pendaki-pendaki lain yang gue temuin selama di perjalanan gue terus mendaki ke atas. Gue kumpulin sisa-sisa kekuatan yang gue punya. Yaahh.. setapak demi setapak, gue harus sampai ke atas. Mahameru, tunggu aku!!

Pada akhirnya, setelah melalui perjuangan panjang dan melelahkan pukul 06.30 alhamudillah, akhirnya gue mencapai puncak Mahameru. Keempat teman gue tadi sudah berada di atas. Mereka dengan semangat meneriaki gue menuju ke tempat mereka. "Ayoo Mbak Yosi!". Ada rasa haru dan bangga yang menyeruak di dada, Perjuangan menuju puncak yang sangat berat dan panjang ini akhirnya berhasil gue lalui. Mereka pun memberikan selamat kepada gue karena sudah berhasil sampai ke puncak. Meskipun cuaca sangat dingin dan angin bertiup kencang, meskipun saat itu kabut sangat tebal dan gue ga bisa melihat pemandangan dari atas puncak sana.
Puncak



Tapi gue ga menyesal berdiri di atas sini. Karena gue tahu ga semua orang bisa berdiri di puncak ini. Karena untuk berdiri di pucak ini gue harus mengalahkan banyak hal termasuk mengalahkan diri gue sendiri. Karena untuk bisa berdiri di puncak ini gue harus mengeluarkan semua kekuatan yang gue punya, dan karena untuk bisa berdiri di puncak ini gue harus berjuang melebihi batas kemampuan yang gue punya sendiri.

Dari 7 orang anggota tim kami. Hanya 1 orang yang belum berhasil ke puncak, Namun ia berjanji akan membayar hutangnya untuk kembali lagi ke sini.Dan satu hal yang perlu dicatat buat kalian semua pendakian ke puncak mahameru ini tidak semudah apa yang tergambar di film 5cm. Butuh persiapan fisik dan mental yang kuat. Selain itu harus didukung juga dengan perlengkapan mendaki yang memadai.



Negeri di Atas Awan


Setelah puas berada di puncak dan berfoto-foto kami pun turun kebawah dan kembali ke pos kali mati. Kami sempat beristirahat dan kemudian packing untuk kembali menuju ranukumbolo dan kembali ngecamp di tempat itu.

To Be Continued...Menuju Puncak Mahameru Part 5 (End)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...