Lucky Charms Rainbow

Kamis, 27 September 2012

Dan Kemarau Pun Tiba


Malam ini dingin dan sepi. Yahh dingin karena memang biasanya malam-malam di Bandung itu dingin dan sekarang kebetulan baru aja selesai hujan. Dan malam ini juga sepi. Sesepi hati gue dan sama sepinya dengan isi dompet gue.  Tapi tenang meskipun hati dan dompet gue sepi, meja ruang tamu di kostan gue jarang banget sepi, maksudnya selalu terisi makanan karena kebetulan warga kost gue ini teteh-tetehnya baik hati dan tidak sombong. Selalu aja suka bagi-bagi makanan gratis. Dan malam kemarin sang teteh baru pulang dari Malay membawa bungkusan-bungkusan cokelat untuk dibagikan kepada warga kost. Buru-buru deh gue amankan dengan sigap beberapa keping coklat ke kamar gue karena takut keabisan. Yahh… beginilah gue.. ketika ada makanan di depan mata gue, terkadang gue suka lupa mana kawan mana lawan… hahahhahaha

Malam ini dingin dan sepi. Sama dinginnya dengan isi kulkas dan sepi karena anak-anak kost gue udah pada di kamarnya masing-masing. Tiba-tiba gue terhentak, terhenyak, dan tersadar kalau gue belum gosok pakaian untuk kuliah besok. Tapi sudahlah lupakan saja, karna gue takut listrik bakalan turun kalau gue gosok malam-malam begini. Yah daripada menimbulkan kerusuhan di dalam kostan karna listrik mati tiba-tiba mending gue mengalah demi kemaslahatan umat. Dan akhirnya gue memutuskan untuk tidur-tiduran.

Tiba-tiba gue terkenang akan masa lampau jaman gue masih kuliah S1 dulu (seakan-akan udah lama banget yaa). Yeph gue masuk kuliah tahun 2006. Karena dulu gue kuliah di kota Pempek mau ga mau gue harus meninggalkan kota Lampung tercinta demi menuntut ilmu. Gue kira gue bakal kuliah di Kotanya yaitu Kota Palembang. Tapi nggak, ternyata gue salah besar. Lokasi gue kuliah kurang lebih 1 jam untuk menuju Kota Palembang, gue bener-bener ga nyangka bakal terdampar disini. Bahkan karena masih banyak ilalang-ilalang yang tumbuh dengan liar, daerah kostan gue diomongin sebagai tempat jin buang anak. Sadis!! Awal-awal perkuliahan ternyata disini masih musim kemarau. Kekeringan pun melanda. Awalnya kostan gue masih bisa survive. Air mengalir dengan lancar disaat kost-kostan lain mulai kolaps dilanda kemarau berkepanjangan. Bukannya gue sombong sih, teman-teman gue yang beda kost dengan gue bahkan ada yang bela-belain numpang mandi segala. Sebagai salah satu penghuni kost Pondok Ukhuwah gue merasa di atas angin,  gue berada di puncak kejayaan.

Rabu, 26 September 2012

MENANGKAP PELUANG DALAM MENJALANKAN BISNIS ONLINE


Beberapa tahun belakangan ini geliat bisnis online semakin kita rasakan. Kemudahan dalam mengakses internet dan perkembangan teknologi membuat orang banyak memilih untuk terjun ke dalam dunia bisnis online. Meskipun saya sendiri tidak berkecimpung dalam bisnis ini, namun saya mencoba untuk menganalisis fenomena ini. Berikut ulasan saya mengapa banyak orang yang memilih berkecimpung dalam bisnis online ini :
  •      Minim modal

Modal yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnis ini tidak terlalu mahal. Anda tidak perlu memikirkan space maupun toko untuk memajang barang dagangan anda, pegawai, transportasi maupun yang lainnya layaknya anda membuka sebuah gerai atau toko. Bahkan dengan hanya bermodalkan sebuah smartphone seperti yang marak dilakukan para pelaku bisnis online anda sudah bisa menjalankan roda bisnis anda.
  •           Hobi
Biasanya para pelaku bisnis online juga berawal dari hobi yang mereka geluti. Misalnya saja seperti kaum wanita yang sangat menggemari pakaian maupun accessories. Tidak sedikit dari mereka yang terjun ke dunia bisnis online. Selain mereka bisa meraup keuntungan dari usaha tersebut tidak jarang mereka pun menggunakan produk yang mereka jual sendiri di berbagai event maupun dalam pergaulan sehari-hari. Bahkan, jika kita memiliki hobi seperti membuat kerajinan tangan, photography, dan lain sebagainya maka kita bisa memanfaatkan bisnis online ini dengan menjual hasil karya kita sendiri. Jadi, anda bisa menekuni hobi anda sekaligus menjalani bisnis dan meraup kuntungan dari hobi yang anda tekuni.

Selasa, 25 September 2012

Tanya : Sukses Itu Gimana Ya?

        Kali ini gue pengen nulis sedikit yang berbau motivasi. Tulisan kali ini bukan untuk gegayaan atau sok menggurui. Semata-mata cuman pengen nyemangatin dan ngingingetin diri gue sendiri yang jujur aja semangat idup gue tuh dalam seminggu banyak nggak semangatnya dibandingin semangatnya. Jadi kalau misalnya gue lagi down atau penyakit malas gue udah menyatu jiwa raga paling nggak gue bisa baca tulisan gue sendiri buat motivasi diri gue sendiri. Dengan harapan minimal gue sadar n’ ngerasa malu ama tulisan yang udah  gue buat ini. 
          Selain itu tulisan ini bukan juga bermaksud buat nyaingin bapak-bapak  motivator yang pastinya udah kita kenal seperti yang  dibawah ini :
Andrie Wongso
Mario Teguh
Tung DW

Dan bukan juga bermaksud untuk mengambil lahan mereka. Karna gue yakin pada dasarnya motivator terbaik itu adalah diri kita sendiri.

Minggu, 23 September 2012

Katanya Car Free Day


Kali ini gue pngen cerita tentang pengalaman gue ngikutin car free day di Bandung. Sebenernya gue udah hampir sebulanan berada di kota ini. Tapi jujur aja baru kali ini gue ikutin acara model begini.

Jadi dengan semangat 45. Jam 4 subuh gue udah bangun.. Bukan..bukan karena gue sebelumnya emang biasa bangun jam segitu. Tapi karna kostan gue tuh letaknya deket dengen masjid. Jadi mau ga mau gue pasti kebangun soalnya jam segitu kan biasanya udah pada ngaji.

Gue sama temen sekost gue udah membulatkan tekad buat jalan kaki menuju car free day. Jadi car free day ini letaknya di daerah Dago sedangkan kostan gue letaknya di daerah Sukajadi. Kalau ditempuh dengan jalan santai kurang lebih setengah jam. Kita-kita memang penganut anjuran Pak Beye yaitu berjalan 10.000 langkah per hari. Ummm… sebenernya ini mengikuti anjuran atau modus biar ngirit aja ya…

Sabtu, 22 September 2012

Galau..Galau..Galau

                Belakangan ini gue suka gegalauan ga jelas.. bukan..bukan karna foke kalah suara dari jokowi atau kumis foke yang kabarnya bakal dicukur kalau kalah pemilu atau sisa tabungan gue yang semakin kembang kempis. Bukan itu kok..
               Jadi gini.. alkisah kegalauan gue ini semakin menjadi-jadi ketika gue tau mayoritas anak kelas gue mayoritas udah pada married. Setelah gue melakukan sensus kecil-kecilan gue mendapatkan data 12 dari 51 orang mahasiswa dikelas gue dinyatakan positif belum menikah. Dan 9 dari 12 orang yang belum menikah itu adalah wanita dan salah satunya adalah gue. Sebegitu membanjirnyakah kaum hawa di muka bumi ini. Mengetahui fakta itu derajat kegalauan gue semakin meningkat bersamaan dengan usia gue yang semakin meningkat. What a Great..!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...